Sa'at kujumpa dirimu. . .
Bergetar seluruh tubuhku. . .
Ingin rasanya aku bercakap denganmu. . .
Tapi rasanya kata kata itu hilang dari hatiku. . .
Lekas sirna, tak berbekas. . .
Hanya bisa kutahan keras . . .
Sekarang, saat dirimu jauh. . .
Kau menghilang dari pandanganku. . .
Tapi, bayangmu slalu menghantuiku. . .
Yang memaksaku untuk mencarimu. . .
Saat kutemukan lagi dirimu tercinta . . .
Semakin saja rasaku menyesakkan dada. . .
Yang membuatku gelisah berkepanjangan tanpa akhir. . .
Yang membuat otakku buntu dan sulit berfikir. . .
Suatu hari aku beranikan diriku. . .
Untuk menyapa dirimu. . .
Biasa, dengan ragu dan tanpa lagu. . .
Tapi sepertinya ada yang berbeda dengan dirimu. . .
Saat aku berfikir lebih jauh. . .
Sepertinya diriku tidak pantas untuk dirimu. . .
Sepertinya diriku terlalu jauh darimu. . .
Sepertinya diriku bermimpi yang terlalu. . .
Ah, sampai kapan aku harus begini. . .
Menunggu dirimu hingga mengerti. . .
Rasa yang kumiliki di lubuk hati ini. . .
Yang selalu menyesakkan hati ini. . .
Setiap hari aku hanya bisa melihat potret dirimu. . .
Berkhayal aku berbicara denganmu. . .
Dan disaat angin menyadarkanku. . .
Aku tau aku terlalu jauh. . .
Semoga saja kau akan mengerti. . .
Sejauh ini aku hanya bisa mengucap terima kasih. . .
Atas semua yang kau berikan padaku. . .
Terima kasih telah mewarnai hidupku. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar