Slideshow

Aku berdiri di sekumpulan kegelapan
Mencoba mencari celah
Retakan-retakan
Andai terkandung cahaya disana

Aku berdiri di hamparan air mata
Mencoba mencari celah
Retakan-retakan
Andai terkandung goresan raut wajahmu disana

Aku berdiri di antara kebisingan
Mencoba mencari celah
Retakan-retakan
Andai terkandung ketenangan bernafas disana

Aku berdiri diantara tidak tetapnya kehidupan
Mencoba mencari celah
Retakan-retakan
Andai terkandung makna darimu disana

Yogyakarta,  13 November 2012
di lantai lima asrama
berkontak langsung dengan langit
Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka…

Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala.
Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya just for fun lah! Ada juga orang-orang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.
Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah “praktek pacaran” yang banyak dilakukan orang ini sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.
Pertama, orang kalo lagi pacaran maunya berdua terus. Ah yang bener, iya apa iya. Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa berbunga-bunga. Apalagi kalau pakai acara mojok berdua, di tempat sepi mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh, soalnya Rasulullah SAW bersabda, “ Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka.”
Kedua, kalau lagi pacaran rasanya seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tujuan Allah menciptakan kita (manusia). FirmanNya, “ Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS 51:56)
Ketiga, bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran(Majalah Hai edisi 4-10 Maret 2002). Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya.
Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana. Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…..terus…..wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho, agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu.
FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 17:32)
Ternyata Al Quran udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu.” Jadi pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh.
Keempat, ternyata pacaran bukan jaminan akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Banyak orang di sekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang si dia. Banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.
Kalaulah kini kita tahu praktek pacaran nggak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridhoNya, masihkah kita yang mengaku hambaNya, yang menginginkan surgaNya, yang takut akan nerakaNya, masih melakukannya? Tapi kalau bukan dengan pacaran, gimana caranya ketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita enggak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjajagan. Islam punya solusi yang mantap dan OK dalam memilih jodoh. Istilahnya ngetop dengan nama Ta’aruf, artinya perkenalan. 
Pertama, ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta’ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Kedua, ta’aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).
Ketiga, dengan ta’aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?
Keempat, melalui ta’aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.
Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta’aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikahtidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan “digantung” pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.
Keenam, dalam ta’aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihakketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.
Nah ternyata ta’aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, sahabat……..kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?


Referensi : Kafemuslilmah.com
thanks for  sarungbiru for the posting :D

Sekedar coretan salah satu santri yang hidup tanpa rambut kepala alias gundul. Coretan ini bukanlah bentuk protes ataupun unjuk rasa dan sejenisnya, Cuma isi hati yang tak mau ketinggalan untuk masuk blog ini. 
Gundul adalah keadaan dimana kamu nggak berambut, hutan pun bisa gundul, tapi yang mau diomongin disini kelapa gundul, eh kepala denk… orang banyak berasumsi bahwa kegundulan santri menggambarkan kenakalan santri tersebut, coz mayoritas pondok pesantren menggunakan acara penggundulan sebagai ta’qib, ta’zir, ghuromah alias hukuman. So, kita dapet rumus disini, yaitu :


SANTRI + GUNDUL = NAKAL

Hehehe…. (plengeh..) Tapi kalo ente berkunjung ke ponpes ane, ente akan ditemui oleh santri-santri nakal (baca: gundul). Nggak ada santri yang nggak nakal(baca lagi: gundul). Soalnya santri disitu harus bin wajib untuk hidup tanpa rambut kepala. Jadi, di ponpes tempat ane tholabul ‘ilm ini punya peraturan gundul, dan itu dilaksanakan setiap 3 minggu sekali. Baru berapa senti, langsung ilang dah…
Mengenai sejarah kenapa diturunkan ayat gundul dari dewan perkumpulan para asatidz, ane Cuma tau dikit-dikit. Soale ane masuk disini langung disuruh GUNDUL….. Katanya sih, dahulu kala, ada beberapa santri (ini sebelum turun wahyu wajib gundul lho),  mereka tersibukkan oleh rambutnya, berhubung ada perintah dari kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti ini :

مَنْ كَانَ لَهُ شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْهُ

“Barangsiapa yang mempunyai rambut, hendaklah dia memuliakannya” (HR Abu Dawud)
Menurut sebagian ulama di dalam kitab Aunul ma’bud, yaitu kitab syarahnya Sunan Abi Dawud ini, memuliakan itu dengan bersisir yang rapi, ganteng, nggak awut-awutan, nggak kaya gembel, terus dirawat, semisal dikasih minyak, dikasih antivirus dari kutu…. Begitulah…. Hoi kalian yang pada punya rambut, dirawat yach, dapet pahala lagi….
Back to gundul. Kronologinya, santri-santri berambut itu kalo ijin keluar dari kelas lamaaa banget, trus ada salah satu ustadz menangkap kering santri-santri itu. Ternyaa eh ternyata, apa yang mereka lakukan, ngaca… bercermin….. jungkatan alias bersisir, so long…… Nggak cocok pake gaya Robert pattinson, pake gaya Takiya Genji kaya di film Crows zero tuh, nggak cocok pake gayanya Ariel peterpen, edit lagi ke gayanya Justin beiber,,,,, begitu lama di depan cermin,…. Nguayae rek rek….. Ada aja.. mas-mas… Imbasnya ke adik-adik kelasmu ini heheheh, jadinya gundul kaya botol hehehe, kinclong bin kempling……
Tapi ada untungnya juga, kita jadi nggak usah mikir rambut, bebas ketombe, nggak usah ribet mau pake gaya apa, kalo ane mah gaya Vin diesel aje, heheh kan juga gundul, atau Jason statham tuh….. kalo itu mah botak…. Biar dibilang botak ato gundul gak ngaruh dah, biar gundul yang penting hepi.. loohh…. Gak jadi pertanyaan kubur hehehe….
Dulu ane pernah terlibat dalam insiden memalukan yaitu, nggak mau gundul, sampe waktunya lewat terus masuk kelas, berhubung kalo dikelas tuh harus lepas baju eeh kopyah denk… makanya wajib ketahuan…. Semua yang belum gundul pun dipanggil dalam investigasi asatidz di markas mereka alias diwan. 
Kita pun berdiri di depan kantor lamaa banget, diliatin santri-santri lain yang lewat sambil dengerin amma ba’du dari sang ustadz. Terus push up, berapa kali ya, ane lupa hehehe,,,, nggak enaknya lagi, kabar itu pun sampe ke hidung keluargaku, kok hidung oh ya telinga denk.
So, buat temen-temen ane yang kadang susyahnya minta ampun waktu disuruh gundul….. Gundul never mind, gundul itu bersih, gundul itu sehat hehehe… biar kata orang rambut itu salah satu factor penting yang mempengaruhi ke-ganteng-an hehehe, kita walau gundul masih tetep handsome kok… hehe yang nggak para akhwat (iih jadi narsis….)
TEmenku kadang menghibur diri dengan kata GUNAWAN, yaitu gundul-gundul menawan, sampe dia buat lagu tentang ‘gunawan’ itu…… hahaha.. :) )


Dilema
Jenis Film: N/A
Produser: Wulan Guritno, Adilla Dimitri
Produksi: WGE PICTURES
Sutradara: Robert Ronny, Robby Ertanto Soediskam, Adilla Dimi
Sinopsis: DILEMA’ adalah sebuah film omnibus yang terdiri dari lima cerita yang menggambarkan sisi gelap Jakarta yang belum banyak diketahui oleh orang.

Jakarta adalah kota metropolitan yang menyimpan berjuta masalah yang seakan tidak ada jalan keluarnya. Film Dilema mencoba mengangkat cerita-cerita dari dunia hitam, underground, premanisme dan sisi lain dari hukum dan dunia polisi di Indonesia.

SIGIT (Slamet Rahardjo) ,mantan penjudi yang di masa mudanya merajai kasino illegal di Jakarta. Saat ini di usia senjanya, Sigit hanya mencoba memperbaiki hubungannya dengan keluarganya dan mengambil lagi harga dirinya yang hilang bertahun-tahun lalu. Satu-satunya cara yang ia ketahui adalah dengan kembali berjudi. Hari ini Sigit kembali berjudi di kasino, tetapi bukan untuk uang ataupun ego, melainkan untuk sesuatu yang lebih penting, meskipun harus berhadapan dengan GILANG (Ray Sahetapy), musuh bebuyutannya di meja judi.

ARIO (Ario Bayu), seorang polisi muda idealis yang baru saja diangkat menjadi seorang reserse. Hari pertamanya berpatroli bersama seorang polisi senior bernama BOWO (Tio Pakusadewo), membuat ia sadar bahwa penegakan hukum di Jakarta, tidaklah hitam putih seperti yang ia bayangkan. Hari ini, Ario harus memilih apakah ia tetap mau menjadi polisi yang menjunjung tinggi hukum, atau seorang polisi yang realistis dan berkompromi dengan keadaan.

Sementara itu IBNU (Baim Wong), seorang pemuda yang karena pengaruh lingkungan, menjadi seorang ekstrimis dan bersedia melakukan apa saja demi agama dan paham yang ia percayai. Padahal ia tidak tahu bahwa ia sedang dimanfaatkan oleh sahabatnya sendiri, SAID (Winky Wiryawan), yang mempunyai plan lebih besar dalam melakukan aksi-aksi mereka. Hari ini Ibnu belajar bahwa memeluk kepercayaan tidak berarti harus mengangkat senjata untuk membelanya.

ADRIAN (Reza Rahadian) adalah seorang arsitek sukses di Jakarta. Ia selalu bangga dengan kenyataan bahwa ia adalah seorang anak yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan tetapi bisa meraih sukses dengan usahanya sendiri. Hari ini, Adrian bertemu dengan SONNY WIBISONO (Roy Marten), seorang bos besar di Jakarta, dan hari ini juga Adrian sadar bahwa seluruh hidupnya adalah palsu, ia hanyalah baut di sebuah mesin konspirasi yang besar.

DIAN (Pevita Pearce) adalah seorang remaja yang memiliki semuanya, wajah cantik, otak cerdas dan keluarga yang kaya. Sayangnya sejak ibunya meninggal dunia, dunianya seakan runtuh, Ayahnya juga menjauh darinya. Dian sempat terjerat oleh narkoba dan berkali-kali mencoba bunuh diri, tetapi berkat usaha keras ayahnya, Dian akhirnya berhasil lepas dari ketergantungan narkobanya. Hari ini Dian kembali ke rumah pantai keluarganya untuk mengenang ibunya di mana ia bertemu dengan RIMA (Wulan Guritno), seorang sahabat yang tampaknya sangat memahami dirinya. Tetapi hari ini Dian akan menyadari terlibat dalam dunia narkoba penuh dengan orang berbahaya.

Kelima cerita di ‘Dilema’ ini akan saling bertautan menjalin sebuah cerita yang mengejutkan, mencekam, mengharukan dan juga mencerahkan. Di sini kita diajak untuk melihat sisi gelap dan sisi terang dari setiap manusia, sebuah keputusan dapat merubah hidup seseorang. Sebuah testimoni bahwa kehidupan akan selalu menemukan jalannya.
Trailer Dilema


Harga Rp 68.000,-
save 10%

Rp 61.200,-




Jakarta!


sebuah novel


oleh Christophe Dorigné Thomson

SINOPSIS

Edwin adalah lulusan sekolah bisnis elit di Prancis. Berbagai tawaran kerja menunggunya begitu ia lulus. Namun tragedi yang menimpa adiknya telah mengubah pandangan hidup Edwin. Membuatnya melihat kembali arti masa muda yang begitu berharga sekaligus begitu rentan. Edwin semakin putus asa melihat kenyataan bahwa benua Eropa kini menua dan tak menjanjikan apa pun lagi bagi kaum mudanya. Semua posisi penting pengambil keputusan dipegang dan hanya dipercayakan kepada orang-orang tua. Pemuda Eropa justru lebih dihargai di negeri orang. Dalam kondisi itu Edwin bertemu John yang menawarinya pekerjaan tidak lazim: menjadi pembunuh bisnis bayaran. Edwin beroperasi di manca negara seperti Brasil, Afrika, Kuba, China, India, dan Indonesia. Anehnya, pekerjaan berdarah dingin itu justru membawa Edwin semakin dekat dengan kemanusiaan. Kebanyakan kasus yang ia hadapi berhubungan dengan sumber daya alam. Ia bersimpati pada kenyataan banyak negara yang kaya akan sumber daya alam tetapi justru miskin dan tidak mendapat hasil dari kekayaan itu. Perlahan kehampaan dan kegersangan hati datang di tengah gaya hidup jet set yang dijalani Edwin. Ketika bertugas di Indonesia, ia terpesona dengan solidaritas, keramahan, dan daya tahan masyarakatnya. Ia menemukan negeri yang ia yakini menyimpan kemudaan dan energi dunia baru dengan Jakarta, the Big Durian, sebagai pusatnya. Indonesia adalah masa depan dunia. Di negeri inilah Edwin menemukan makna yang selama ini ia cari untuk hidupnya.
Jakarta! adalah novel yang ditulis oleh pemuda berdarah Prancis-Inggris, Christophe Dorigné Thomson, sebagai perwujudan rasa cinta dan keyakinannya atas potensi besar yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Novel Jakarta! memberikan inspirasi yang berharga bagi pemuda kita mengantarkan Indonesia menuju puncak dunia. Christophe mendukung pandangan bahwa sudah bukan masanya lagi ada pemuda Indonesia yang merasa inferior terhadap bangsa lain. Buku ini akan menggugah pembacanya untuk berbuat, sadar bahwa Indonesia mampu menjadi pusat dari peradaban dunia. Sudah saatnya Indonesia berdiri sama tinggi dengan bangsa lain. Saatnya Indonesia setara!"
— Sandiaga. S. Uno; Pengusaha
"Novel ini sederhana tapi menarik. Cerita sederhana perjalanan hidup yang menantang. Penulis mengajak pembaca “berpetualang” dari satu negara ke negara lain. Novel Jakarta! menyadarkan bahwa Indonesia punya potensi jadi negara besar."
— Anies Baswedan; Rektor Universitas Paramadina
"Melalui novel Jakarta! Christophe menyentil para pemuda Indonesia dari silaunya mercu suar Eropa. Ia mengajak kita untuk kembali sadar dari masa melamun yang panjang bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar, kita adalah raksasa yang sedang tertidur. Novel ini sangat inspiratif dan menggugah jiwa-jiwa pemuda Indonesia agar memposisikan diri dan bangsanya sama rata dengan Eropa dengan berbekal dream, spirit and confidence seperti yang dimiliki oleh Edwin tokoh utama novel ini."
— Irman Gusman; Ketua DPD RI
"Konflik yang digambarkan dalam episode-episode cerita ini sangat realistis. Pandangan penulis terhadap Indonesia untuk bisa terus maju dan sejajar dengan negara-negara berkembang sekarang ini dan bagi orang-orang Indonesia yang pesimis, bisa membuka mata dan memberikan semangat baru."
— Rio Dewanto; Aktor

Christophe Dorigné-Thomson lahir di Prancis dari seorang ayah Prancis dan ibu Inggris. Ia belajar bisnis di jurusan Keuangan sekolah bisnis terbaik Prancis. Ia seorang pengusaha/entrepreneur sosial yang ingin berkontribusi positif untuk masyarakat. Ia sangat tertarik dengan dunia baru dan generasi muda. Ia juga menyukai seni dan budaya. Menurutnya seni harus selalu menjadi pusat masyarakat.
Ia mendirikan dan juga berpartisipasi dalam banyak organisasi. Ia telah membantu banyak perusahaan untuk berkembang secara global dan mendukung banyak peristiwa sosial-budaya, termasuk di Yogyakarta pada 2006 saat terjadi gempa.
Christophe mengetuai KTT Generasi Baru yang diselenggarakan di parlemen Prancis selama pemilihan Presiden Prancis tahun 2007. Ia mengumpulkan para pemimpin utama untuk sebuah visi baru demi Eropa dan perubahan kepemimpinan.
Ia adalah anggota termuda Dewan Internasional The Arts Arena pada American University of Paris, organisasi yang mengumpulkan antara lain Hadiah Nobel Roald Hoffmann, sutradara James Ivory atau dekan Yale School of Arts Robert Storr. Ia pernah terpilih sebagai pemimpin oleh British Council, Forum Krynica, dan jaringan Swiss Sandbox, sebagai beberapa contoh.
Christophe berkomitmen untuk Indonesia. Ia menyayangi Indonesia dan rakyatnya.
Follow dia di Twitter: @thomsonchris, Facebook: Christophe D Thomson, dan email: thomsonchristophe (at) gmail.com.

DETAIL

JudulJakarta!
Seri
ISBN/EAN9789792284171 / 9789792284171
AuthorChristophe Dorigné Thomson
PublisherGramedia Pustaka Utama (GPU)
Publish29 Oktober 2012
Pages396
Weight234 gram
Dimension (mm)135 x 200
TagFiksi